Oleh: Joe Gue ketemu bocil aplikasi, umurnya di bawah 18, jelas banget brondong abis. Tapi chat-nya? Anjir dewasa gilak, mature parah. Gue kira nipu, eh pas ketemuan ternyata baru pulang sekolah beneran, seragam masih bau kapur. Dia ngaku top. Gue langsung jantungan. Gue sih …
Di kamar kos ukuran tiga kali empat itu, empat pria dewasa berdiri melingkar seperti mau ritual pemanggilan otot. Ada Wira si paling disiplin, Bayu yang sok tahu, Fadil yang badannya besar tapi cepat ngos-ngosan, dan Iqbal—kurus, tapi ambisinya segede lemari. Kipas angin muter setengah n…
Gio baru sadar wajahnya kusam ketika bercermin di kamar kos yang lampunya lebih cocok buat interogasi polisi. Pori-pori kelihatan jelas, jerawat nongol satu-dua kayak tamu tak diundang. Di luar, knalpot motor meraung. Di dalam, harga diri Gio sedikit goyah. “Bro, muka lo kenapa kayak tal…
Wira baru sadar ada yang aneh dengan tubuhnya ketika ia bercermin di kamar kos yang sempit, dindingnya penuh poster motivasi murah. Kaos tanpa lengan yang ia beli diskonan itu memperlihatkan ketiaknya—atau lebih tepatnya, memperlihatkan sesuatu yang tidak ingin ia lihat. Tidak jelek, tap…
Malam turun pelan di rumah kecil itu. Arif mematikan lampu teras, lalu duduk di tepi ranjang. Di sampingnya, Maya menyandarkan punggung, napasnya masih sedikit berat setelah hari yang panjang. Mereka sudah menikah tujuh tahun. Cukup lama untuk tahu bahwa lelah tidak selalu minta diobati …